Menu MBG yang Tidak Sesuai Selera Bisa Terbuang

Menu MBG yang Tidak Sesuai Selera Bisa Terbuang

Ketidaksesuaian juga dapat terjadi pada ukuran porsi. Porsi siswa sekolah dasar tentu berbeda dari remaja. Apabila jumlah makanan terlalu banyak, sisa pangan meningkat. Namun, apabila terlalu sedikit, tujuan pemenuhan gizi tidak tercapai.

Ombudsman mencatat adanya ketidaksesuaian mutu bahan baku serta belum tegasnya standar penerimaan kualitas permainan togel 4d dalam pelaksanaan MBG. Standar pengolahan makanan juga ditemukan belum diterapkan secara konsisten.

Dampak terhadap Tujuan Program

Anak yang hanya mengonsumsi sebagian menu belum tentu memperoleh kandungan gizi yang telah dirancang. Contohnya, siswa mungkin menghabiskan nasi tetapi meninggalkan sayur atau sumber protein.

Makanan tersisa juga meningkatkan pemborosan anggaran, produksi sampah, dan beban petugas kebersihan. Dalam jangka panjang, siswa dapat kehilangan minat terhadap program apabila menu terus dianggap tidak menarik.

Penyusunan menu sebaiknya melibatkan ahli gizi, sekolah, orang tua, dan perwakilan siswa. Uji penerimaan makanan dapat dilakukan sebelum menu diterapkan secara luas.

Bahan lokal perlu digunakan selama memenuhi standar keamanan dan kecukupan gizi. Rotasi menu juga penting agar siswa tidak bosan.

Keberhasilan MBG bukan ditentukan oleh jumlah makanan yang diproduksi, tetapi oleh seberapa aman, bergizi, dan banyak makanan tersebut benar-benar dikonsumsi anak.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *