Update Pendidikan di Kota Semarang Tahun 2025

Update Pendidikan di Kota Semarang Tahun 2025

SMP Negeri 9 Kota Semarang menggelar workshop peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan staf tata usaha dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan guru serta tenaga kependidikan yang adaptif dan inovatif. Selain itu, SMP Negeri 9 juga menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk memberikan arah dan pedoman dalam penyelenggaraan proses pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik.

1. Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026

Pemerintah Kota Semarang telah membuka spaceman88 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri tahun ajaran 2025/2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan empat jalur seleksi: domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Dinas Pendidikan Kota Semarang menjamin bahwa semua calon peserta didik yang mengikuti jalur domisili akan terakomodasi sesuai dengan lokasi tempat tinggal mereka.

2. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA)

Pemerintah Kota Semarang, bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI, meluncurkan program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok kurang mampu. Program ini mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 dan menjadi langkah konkret dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kota Semarang. SRMA 17 Semarang di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Jebres, telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada 14 Juli 2025.

3. Inovasi STEAM dalam Pendidikan Dasar

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Dinas Pendidikan Kota Semarang menyelenggarakan Gelar Karya Inovasi dengan tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Acara ini menampilkan karya inovatif dari 1 SD Negeri dan 28 SMP Negeri se-Kota Semarang, yang berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Semarang, Respati Ardi, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai kelanjutan dari pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya.

4. Penerapan Moving Class di SMP Negeri

Pemerintah Kota Semarang berencana untuk menghapus sistem sekolah favorit dan menerapkan sistem Moving Class di SMP Negeri. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan kualitas pendidikan antar sekolah dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Dengan sistem Moving Class, siswa akan berpindah kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, sementara guru tetap berada di ruang kelas yang telah ditentukan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *